✒ Ust. Abdullah Zaen, M.A.
🔻 JANGAN BIARKAN SETAN MENJAMAH ANAKMU! [9]
Ingatlah wahai para orang tua, bahwa setan tidak akan pernah duduk
manis, membiarkan anak kita tumbuh menjadi generasi yang salih dan
salihah. Dia tidak akan pernah merasa puas, hingga berhasil menjadikan
anak-anak kita menjadi kaki tangan mereka.
Na’udzubillah min dzalik.
Karena liciknya tipu daya mereka, juga tabiat dasar manusia
yang lemah, kita perlu memohon bantuan kepada Allah agar
Dia berkenan melindungi kita dan anak-anak kita.
Berikut cara memohon perlindungan kepada Allah untuk anak-anak kita:
1. Mintalah perlindungan pada-Nya sebelum ‘membuat’ anak.
Yakni dengan membaca doa berikut sebelum
melakukan hubungan suami istri:
“ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻭَﺟَﻨِّﺐِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ ”.
“Dengan nama Allah. Ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan
jauhkan pula gangguan setan dari (anak) yang akan Kau karuniakan pada
kami”.
HR. Bukhari dari Ibn ‘Abbas radhiyallahu’anhuma.
2. Mohonlah perlindungan pada Allah saat anak lahir.
Sebagaimana ucapan ibunda Maryam,
“ ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﺳَﻤَّﻴْﺘُﻬَﺎ ﻣَﺮْﻳَﻢَ ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﺃُﻋِﻴﺬُﻫَﺎ ﺑِﻚَ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺘَﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴﻢِ ”.
Artinya: “Sesungguhnya aku telah menamainya Maryam dan aku mohon
perlindungan kepada-Mu untuknya serta keturunannyadari setan yang
terkutuk”.
QS. Ali Imrân (3): 36.
3. Mintalah perlindungan kepada-Nya untuk mereka setiap hari, terutama di waktu pagi dan sore.
Jika mereka belum bisa membaca al-Qur’an, bacakanlah
surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas, lalu usapkan tanganmu
ke tubuh mereka.
Atau bisa juga dengan membaca doa perlindungan yang
dahulu pernah dibacakan Nabishallallahu’alaihi wasallam untuk cucu beliau; al-Hasan dan al-Husain radhiyallahu’anhuma,
“ ﺃُﻋِﻴﺬُﻛُﻤَﺎ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺔِ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٍ ﻭَﻫَﺎﻣَّﺔٍ ﻭَﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻋَﻴْﻦٍ
ﻻَﻣَّﺔٍ “.
“Aku memohon perlindungan kepada Allah bagi kamu berdua dengan
kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala gangguan setan,
binatang berbisa dan pandangan mata yang jahat”.
HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban, al-Hakim, adz-Dzahaby dan al-Albany.
Redaksi di atas adalah bila anak yang didoakan berjumlah
dua orang. Jika lebih dari duamaka kalimat yang digarisbawahi diganti dengan “u’îdzu kum ”.
Bila satu anak lelaki maka “u’îdzu ka”, dan bila satu anak perempuan maka
“u’îdzu ki ”.
4. Jangan biarkan anak-anak berkeliaran di luar rumah saat malam tiba.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mewanti-wanti,
“ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺟُﻨْﺢُ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺃَﻭْ ﺃَﻣْﺴَﻴْﺘُﻢْ ﻓَﻜُﻔُّﻮﺍ ﺻِﺒْﻴَﺎﻧَﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦَ ﺗَﻨْﺘَﺸِﺮُ
ﺣِﻴﻨَﺌِﺬٍ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺫَﻫَﺐَ ﺳَﺎﻋَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻓَﺤُﻠُّﻮﻫُﻢْ “
“Jika hari mulai gelap tahanlah anak-anak kalian (untuk keluar rumah)
karena saat itu setan berkeliaran. Jika telah lewat sebagian malam
biarkanlah mereka”.
HR. Bukhari (hal. 669 no.3280) dan Muslim (XIII/185 no. 5218) dari Jabir bin Abdullah dengan redaksi Muslim.
No comments:
Post a Comment